Harta Wakaf VS Harta Warisan

Harta Wakaf VS Harta Warisan


Amazing People...

Kali ini kita bahas tentang harta wakaf dan harta warisan yuk... Karena masih banyak banget nih yang salah paham soal 2 harta benda ini. Padahal jelas-jelas bahwa harta wakaf dan harta warisan adalah hal yang sangat berbeda.


Harta benda yang sudah diwakafkan sepenuhnya adalah milik Allah yang dititipkan kepada nazhir untuk dikelola sesuai peruntukkannya.

Sedangkan harta warisan yang memang ditujukan untuk keturunannya saja, harta benda wakaf TIDAK BISA diwariskan kepada anak cucu.

Misalnya, ada seseorang yang mewakafkan tanahnya untuk dibangun sebuah Masjid. Jika suatu hari ia meninggal, maka tanah tersebut tidak bisa diwariskan dan anak keturunannya tidak boleh mengklaim kepemilikan tanah wakaf tersebut.


Rasulullah ﷺ bersabda bahwa harta benda wakaf tidak boleh dijual, dibeli, diwariskan dan dihibahkan. Dalam Pasal 40 UU tentang wakaf disebutkan, harta yang sudah diwakafkan dilarang untuk :

a.   Dijadikan jaminan

b.   Disita

c.   Dihibahkan

d.   Dijual

e.   Diwariskan

f.     Ditukar, atau

g.   Dialihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya.

Jika seseorang dengan sengaja melanggar ketentuan di atas, maka akan diancam pidana dengan Pasal 67 ayat 1 UU Wakaf yang berbunyi : Setiap orang yang dengan sengaja menjaminkan, menghibahkan, menjual, mewariskan, mengalihkan dalam bentuk pengalihan hal lainnya harta benda wakaf yang telah diwakafkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 atau tanpa izin menukar harta benda wakaf yang telah diwakafkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,- (Lima ratus juga rupiah).


Bagaimana jika permasalahan sengketa terjadi??


Jika terjadi pelanggaran dan timbul perselisihan, maka penyelesaiannya ditempuh pertama kali dengan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Jika tidak berhasil diselesaikan dengan musyawarah, bisa ditempuh melalui mediasi, arbitrase atau pengadilan.

Mediasi adalah penyelesaian masalah dengan bantuan pihak ketiga (mediator) yang disepakati oleh pihak-pihak yang bersengketa. Jika mediasi tidak berhasil, sengketa dibawa ke badan arbitrase syariah. Dalam hal badan arbitrase syariah juga tidak berhasil menyelesaikan, maka sengketa itu dapat dibawa ke pengadilan agama dan/atau mahkamah syar’iyah.

Kewenangan pengadilan agama untuk menyelesaikan sengketa wakaf sudah ditegaskan oleh Pasal 49 UU 3/2006. Disebutkan :

Pengadilan agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang :

a.   Perkawinan

b.   Waris

c.   Wasiat

d.   Hibah

e.   Wakaf

f.     Zakat

g.   Infaq

h.   Shadaqah, dan

i.     Ekonomi syariah.

Semoga harta benda yang sudah diwakafkan oleh leluhur kita, pahalanya terus mengalir dan memberikan manfaat di bumi yaa Amazing People..

Untuk kamu yang ingin berwakaf online jangan lupa klik tombol “donasi” yaa... InsyaaAllah Amazing Wakaf Indonesia akan menjaga harta wakaf kamu...

See you next article, Amazing People...

 





Ayo share artikel ini melalui sosial media kamu dengan klik salah satu tombol di sebelah kanan layar. Terimakasih & Semangat Berwakaf Amazing People!

Komentar

Silakan Masukan Komentar ...

Artikel Terkait


Milenial Cenderung Berwakaf dengan Melihat Programnya

Wakaf Indonesia

Wakaf Kebun Bairuha Harta Tercinta Abu Thalhah

Inspiratif

Hijrah Hapus Tatto AWI Diminati Masyarakat

Realisasi Program Hijrah Hapus Tato
Donasi