Membantu Orang Lain Dengan Menjaga Kehormatannya

Membantu Orang Lain Dengan Menjaga Kehormatannya


Ada seseorang bercerita kepada saya tentang bagaimana bisa membantu orang yang sedang mengalami kesulitan keuangan, dengan tetap menjaga kehormatannya. Kisah ini tentang seseorang yang menjadi pengurus Rukun Tentangga di linkungannya, dimana mereka memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelola setoran atau iuran warga setiap bulannya.  Dana dari seluruh iuran warga tersebut digunakan untuk membayar gaji petugas keamanan dan kebersihan.  Bisa dibayangkan bila setoran iuran warga telat atau menunggak dalam waktu lama, maka akan berdampak kepada tertundanya hak para pegawai keamanan dan kebersihan lingkungan tersebut.

 

Namun, selalu ada saja dari beberapa warga yang tidak menunaikan kewajiban iuran tersebut tepat waktu, bahkan ada yang menunggak sampai lebih dari 12 bulan.  Ternyata, Allah memberikan ujian ekonomi kepada setiap rumah tangga berbeda-beda.  Akhirnya salah satu warga yang menunggak tersebut merasa dikucilkan dan menjadi bahan perbincangan warga lainnya, dan hal tersebut membuat dirinya minder, malu dan bahkan jadi jarang sholat di masjid.

 

Pengurus RT berbagi tugas untuk menghubungi warga-warga yang menunggak iuran tersebut.  Dan teman saya mendapatkan tugas untuk mendatangi salah seorang yang jarang ke masjid karena merasa dikucilkan akibat belum sanggup membayar iuran warga tersebut.    

Saat datang ke rumah warga tsb, ternyata memang dia sedang mengalami masalah keuangan keluarga, akhirnya sang pengurus RT tersebut memberikan sodaqoh-nya sebesar Rp 2 juta yang akan digunakan untuk melunasi iuran warga yang tertunggak.  Pengurus RT tersebut minta agar warga yang dibantu tersebut tidak perlu menyampaikan hal ini kepada siapapun termasuk kepada bendahara RT.  Akhirnya dia bisa melunasi tunggakannya dan sekarang sudah rajin ke masjid lagi.  Betapa mulianya orang tersebut untuk menjaga kehormatan orang yang perlu dibantu, subahanllah.

 

Saya teringat larangan Allah untuk menyakiti perasaan orang yang menerima sedekah kita, artinya kita harus menjaga kehormatannya dari pandangan orang lain.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى

 

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian batalkan (pahala) sedekah kalian dengan mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti (yang diberi).” (QS. Al-Baqarah [2]: 264)


Penulis :

Kang Ridwan

Human Care Inspirator





Ayo share artikel ini melalui sosial media kamu dengan klik salah satu tombol di sebelah kanan layar. Terimakasih & Semangat Berwakaf Amazing People!

Komentar

Silakan Masukan Komentar ...

Artikel Terkait


11 UMKM Dukung Penggalangan Donasi Wakaf

Kerjasama

Wakaf Sumur Utsman bin Affan

Inspiratif

Meneladani Kisah Sejuta Manfaat SPBU Wakaf Gontor

Inspiratif

Di Tengah Pandemi, Kita Akan Tetap Bantu Palestina

Realisasi Wakaf Sumber Air Untuk Palestina
Donasi