Peran Wakaf Dalam Memajukan Peradaban Islam

Peran Wakaf Dalam Memajukan Peradaban Islam


    Dengan wakaf, dibangun fasilitas atau pelayanan untuk ibadah haji, seperti jalan, rumah bagi jamaah haji, dan keperluan haji lainnya. Wakaf pada zaman dulu juga membiayai keperluan perang di jalan allah, dibangun benteng-benteng, dan dibebaskan para tawanan perang kemudian dengan wakaf fakir miskin dibiayai segala keperluannya.


Wakaf Produktif Masa Rasulullah

    Rasulullah dahulu pernah mewakafkan 7 bidang kebun kurma di madinah permberian dari Mukhairiq yang terbunuh pada perang uhud, (Jika saya terbunuh dalam perang uhud, maka kebun kurma milik saya menjadi milik Rasulullah). setelah Mukhairiq terbunuh pada perang uhud, kemudian kebun kurma milik nya otomatis menjadi milik rasulullah lalu rasulullah mewakafkan kebun kurma pemberian mukhairiq tersebut.


Wakaf Produktif Umar bin Khatab

    Wakaf produktif berikutnya dilakukan oleh Umar bin Khattab atas tanah miliknya di Khaibar. Umar meminta petunjuk kepada Rasulullah tentang tanah tersebut, lalu Rasulullah menganjurkannya untuk menahan tanahnya dan menyedekahkan hasilnya. Sabda Rasulullah :

                إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقْتَ بِهَا

".. Jika mau, kamu tahan pokoknya dan kamu sedekahkan hasilnya .."

Hadis Rasulullah di atas menegaskan tentang penyaluran hasil pengelolaan wakaf :

                فَتَصَدَّقَ عُمَرُ فِي الْفُقَرَاءِ وَفِي الْقُرْبَى وَفِي الرِّقَابِ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَالضَّيْفِ

" Umar menyedekahkan hasilnya kepada faqir miskin, kerabat, untuk memerdekakan budak, untuk orang yang berperang dijalan Allah, orang musafir dan para tamu".


Wakaf Abu Thalha

    Kebun Bairoha yang diwakafkan oleh Abu Thalhah adalah harta miliknya yang paling berharga dan paling dicintainya. Setelah turun ayat al-Qur’an :

" Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. " (QS. Ali Imran: 92)

Abu Thalhah mendatangi Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah sungguh harta yang paling kucintai adalah Bairoha, dan saya jadikannya sedekah (wakaf) karena Allah.. (HR. Bukhari dan Muslim).





Ayo share artikel ini melalui sosial media kamu dengan klik salah satu tombol di sebelah kanan layar. Terimakasih & Semangat Berwakaf Amazing People!

Komentar

Silakan Masukan Komentar ...

Artikel Terkait


Perlu Langkah Simultan Atasi Sengketa Tanah Wakaf

Seputar Wakaf

Nazhir Sehat, Wakaf Berkembang Pesat

Berita Terkini

Pembangunan Pesantren Tahfizh ABAS Terus Berlanjut

Realisasi Wakaf Pesantren Tahfizh Qur'an ABAS
Donasi