Belajar Dari Sahabat Nabi Dalam Mengelola Harta

Belajar Dari Sahabat Nabi Dalam Mengelola Harta


 Jika kamu mau, kamu tahan zat bendanya (wakafkan) dan sedekahkanlah hasilnya.    (HR Bukhari No 2565, Muslim No 3085)

  Jika Anda seorang muslim dan memiliki harta, apa yang kiranya akan Anda lakukan dengan harta yang dimiliki tapi nilainya di sisi Allah menjadi ganjaran kebaikan yang terus menerus tanpa putus baik di dunia maupun di akhirat?

   Pertanyaan inilah juga ditanyakan oleh sahabat Umar bin Khaththab ra ketika ia menginginkan kebaikan dunia akhirat atas harta bernilainya. “Wahai Rasulullah, aku mendapatkan lahan di Khaibar, aku tidak pernah mendapatkan harta yang lebih bernilai selain itu. Maka apa yang Engkau perintahkan tentang tanah tersebut?” tanya Umar.

Rasulullah pun menjawab : “Jika kamu mau, kamu tahan zat bendanya (wakafkan) dan sedekahkanlah hasilnya.” Mendengar jawaban tersebut, Umar pun langsung mewakafkannya. 

    Para sahabat lain pun tidak mau ketinggalan dalam hal berwakaf. Sahabat Utsman bin Affan ra,  misalnya. Wakaf produktifnya benar-benar membawa keberkahan hingga kini. Berawal dari menyambut seruan Rasulullah SAW untuk mengatasi krisis air pasca hijrah ke Madinah, hingga kini produktifitas raumah nama sumur dan lahan yang diwakafkan Utsman di dekat masjid Qiblatain Madinah terus berjalan dan menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan.

    Sampai saat ini telaga tersebut masih berfungsi, selain untuk bersuci dan air minum, juga untuk mengairi sekitar 1550 pohon kurma yang tumbuh di tanah tersebut. Keuntungan dari penjualan buahnya, disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian Arab Saudi.

    Begitulah seterusnya, hingga uang yang ada di bank itu cukup untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel bintang lima yang cukup besar di salah satu tempat yang strategis dekat Masjid Nabawi. Diperkirakan omsetnya sekitar SAR 50 juta atau Rp 155 milyar per tahun (SAR 1 = Rp 3100). Setengahnya untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, dan setengahnya lagi tetap disimpan dan ditabung di bank atas nama Utsman bin Affan ra.

   Inilah yang dinamakan harta wakaf produktif yang kemanfaatan dari hartanya senantiasa dirasakan oleh banyak orang dan terus mengalir pahalanya tanpa henti kepada si pemilik harta wakaf. Mudah-mudahan kitapun bisa mengikuti jejak para sahabat Nabi dalam mengelola harta agar harta kita lebih bernilai dan bermanfaat bagi sesama.





Ayo share artikel ini melalui sosial media kamu dengan klik salah satu tombol di sebelah kanan layar. Terimakasih & Semangat Berwakaf Amazing People!

Komentar

Silakan Masukan Komentar ...

Artikel Terkait


Amazing Wakaf Indonesia Kembali Membagikan Wakaf Al Qur'an

Realisasi Wakaf Al-Quran

Wakaf Profesi

Seputar Wakaf
Donasi