Cara Beri'tikaf Ditengah Pandemi

Cara Beri'tikaf Ditengah Pandemi


I’tikaf merupakan berdiam diri di masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah. I’tikaf merupakan ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan sungguh-sungguh. Banyak hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sering melakukan I’tikaf 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Dari Aisyah ra:


“Rasulullah melakukan i’tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari, maka ketika di tahun menjelang wafatnya, Rasulullah beri’tikaf dua puluh hari. Dan istri-istrinya beri’tikaf setelah itu.” (HR. Bukhori dan Muslim).


Di antara keutamaan i’tikaf, selain ia merupakan sunnah yang dicontohkan baginda Rasulullah, sesungguhnya I’tikaf memiliki keutamaan yang sangat besar:

  1. Menjauhkan diri dari neraka.

“Barang siapa beri’tikaf satu hari karena mengharap keridhoan Allah, Allah akan menjadikan jarak antara dirinya dan api neraka sejauh tiga parit, setiap parit sejauh jarak timur dan barat” (HR. Thabrani, Baihaqi dan dishahihkan oleh Imam Hakim).

  1. Dijanjikan surga.

Imam Al-Khatib dan Ibnu Syahin meriwayatkan hadits dari Tsauban ra meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang beri’tikaf antara Maghrib dan Isya di masjid, dengan tidak berbicara kecuali sholat dan membaca Al-Quran, maka Allah berhak membangunkan untuknya istana di surga."

  1. Lebih dekat dengan Allah.

Dengan I’tikaf, seseorang akan lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga dengan i’tikaf seseorang akan berkesempatan mendapatkan kemuliaan lailatul qodar.


Beri’tikaf merupakan usaha untuk mendekatkan diri (muraqabah) kepada Allah dengan penuh ikhlas. Pada momentum inilah kita menyerahkan diri kepada Allah. Kita berupaya untuk taat beribadah kepada Allah Swt sesuai petunjuk-Nya dan tak ingin berpaling dari-Nya. Seolah-olah kita berdiri di depan pintu rahmat-Nya menunggu datangnya pengampunan dari Allah Swt.




Dikarenakan pada saat ini, kita masih dalam suasana pandemi, beri’tikaf di masjid kemungkinan akan dibatasi untuk menghindari kerumunan jamaah. Beri’tikaf walaupun hukumnya sunnah muakkadah tetapi bersifat kifayah atau cukup dilakukan beberapa orang saja. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Syekh Mahmud Syaltut dalam Kitab Min Taujihat al-Islam.



Paling utama, menurut beliau, ada tiga fungsi peribadatan di dalam memakmurkan 10 malam terakhir Ramadhan. 

  1. Wujud syukur kita kepada Allah Swt yang telah menurunkan al-Qur’an di bulan Ramadhan sebagai petunjuk (Huda) dan penerang (bayyinat) bagi umat manusia.

  2. Menambatkan jiwa kepada hal yang dapat mengokohkannya dan mampu menguatkan rohaninya. 

  3. Menaikkan jiwa ke makom (kedudukan) tertinggi selayaknya golongan malail a’la.

Oleh sebab itu, dalam situasi keterbatasan melakukan peribadatan di masjid, kita dapat memakmurkan 10 malam terakhir Ramadhan di rumah masing-masing. I’tikaf Ramadhan di rumah dilaksanakan di ruangan khusus untuk shalat. Ada pun sebelum melaksanakan i’tikaf di dalam rumah ada niat yang perlu dilafalkan.


نَوَيْتُ الإعْتِكَافَ فِى هَذَا الْمَكَانِ لله تَعَالَى

“Nawaitu al-i’tikâfa fî hâdza al-makâni lillâhi ta’âlâ”

“Aku niat i’tikaf di tempat ini hanya untuk Allah SWT”


Jika kamu ingin mengagendakan i’tikaf di dalam rumah karena ada halangan tertentu untuk melaksanakannya di masjid, maka buatlah agendanya. Apalagi jika kamu sudah berkeluarga, ada suami dan istri serta anak-anak. Dimulai dengan melaksanakan shalat Isya, tarawih, mengaji Al-Qur’an, tausiyah agama, tahajud, makan sahur, dan ditutup shalat Subuh. 

Kegiatan i’tikaf di dalam rumah ini bisa menjadi berkah bagi seisi keluarga. Inilah momentum pendidikan keluarga yang intensif. Seorang ayah terbiasa menjadi imam. Seorang ibu memberi tausiyah. Anak-anak terkoreksi bacaan Al-Qurannya, shalatnya, dan puasanya.

Perbanyak membaca al-Qur’an di rumah; selain sebagai ungkapan syukur diturunkannya kitab suci di bulan Ramadhan, juga dalam rangka menyinari rumah kita dengan al-Qur’an. Perbanyaklah berdzikir dan bersholawat supaya terikat jiwa-jiwa kita dan mereka untuk lebih cinta kepada Allah dan Nabi Muhammad Saw. Ajaklah anggota keluarga kita untuk berdoa dan bermunajat, semoga Allah mengangkat derajat kita dan dijadikan kita semuanya termasuk golongan hamba-hamba Allah yang dikasihi-Nya. Amiin.

Dan tak lupa untuk memberikan sebagian rezeki kita yang disana ada bagian hak untuk saudara muslim kita juga. Selain berzakat fitrah karena sifatnya wajib, teman-teman bisa melakukan bersedekah atau berwakaf. Saat ini sedekah maupun wakaf bisa dengan mudah dilakukan di rumah, dengan klik “Wakaf Sekarang” in syaa Allah kamu akan mendapat pahala yang terus mengalir dan berlipat hingga hari akhir. Aamiin..

Penulis : Fadillah Qusnul Khotimah






Ayo share artikel ini melalui sosial media kamu dengan klik salah satu tombol di sebelah kanan layar. Terimakasih & Semangat Berwakaf Amazing People!

Komentar

Silakan Masukan Komentar ...

Artikel Terkait


Donasi