Protokol Kesehatan Aman Berkurban Saat Pandemi Covid-19

Protokol Kesehatan Aman Berkurban Saat Pandemi Covid-19


Protokol Kesehatan untuk pelaksanaan Idul Qurban 1441 Hijriah / 2020.

Protokol kesehatan meliputi :

1. Tempat penjualan hewan
qurban
2. Pada saat pemotongan
3. Pendistribusian daging qurban.


Protokol kesehatan di tempat penjualan hewan qurban meliputi :

   Penjual hanya menjual hewan yang memenuhi syarat syariah, serta pengawasan alat angkut hewan. Penjualan hewan qurban secara daring atau dikoordinir oleh panitia qurban atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

   Jika penjualan tetap dilakukan di tempat penjualan maka hewan kurban harus memenuhi syarat adminitrasi teknis, penanganan hewan di tempat penjualan harus memperhatikan aspek kesehatan hewan.

   Tempat penjualan hewan qurban memiliki sarana & memberlakukan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70 persen.  

   Pada tempat penjualan hewan
kurban menerapkan: personal hygiene, physicial distancing. Penjual dan pembeli hewan kurban menggunakan masker dan pengawasan dilakukan oleh Petugas Dinas terkait.

Protokol kesehatan saat pemotongan hewan qurban meliputi:

   Pemotongan hewan kurban dilaksanakan selama 4 hari, pada saat Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Tasyriq disiapkan sarana untuk tempat cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, petugas pemotong hewan dalam kondisi sehat, jumlah petugas per lokasi pemotongan dibatasi.

   Proses pemotongan hewan kurban, mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan pembagian, menerapkan protokol kesehatan. Petugas menggunakan baju lengan panjang dan alat pelindung diri, masker dan sarung tangan,

   Petugas pun, melakukan cuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah pelaksanaan pemotongan hewan. Pada saat menangani daging atau jeroan tidak saling berhadapan. Terakhir, selesai pemotongan hewan kurban petugas agar segera mandi dan ganti baju.

   Pemilik hewan qurban tidak perlu hadir menyaksikan saat pemotongan hewan, jika memang ingin hadir menyaksikan, agar menjaga jarak (diberi tanda batas antrian/ tempat berdiri) dan menggunakan masker. Selain petugas pemotong hewan qurban dan pemilik hewan kurban, tidak diperbolehkan ikut menyaksikan.

   Saat pemotongan sampai dengan distribusi daging diusahakan berlangsung 5 sampai dengan 8 jam, tergantung jumlah hewan qurban dan panitia, semakin lama kontak maka akan meningkatkan risiko terjadinya penularan covid-19 dari individ├╝ yang terinfeksi.

Protokol kesehatan saat distribusi daging kurban meliputi :

   Daging kurban diantar ke rumah-rumah warga untuk menghindari penumpukan warga. Kemudian potongan daging dikemas dalam kantong/wadah yang bersih dan terang serta terpisah dari jeroan.

   Penanganan daging dan jeroan sampai pendistribusiannya harus diusahakan paling lama 4 (empat) jam setelah proses penyembelihan. Jika tidak dapat dilakukan kurang dari 4 jam, maka daging dan jeroan harus disimpan dalam kondisi dingin (0-4 derajat C) atau dibekukan (18 derajat C).

 

*Disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat,
Jafar Ismail dalam
pikiran-rakyat.com 





Ayo share artikel ini melalui sosial media kamu dengan klik salah satu tombol di sebelah kanan layar. Terimakasih & Semangat Berwakaf Amazing People!

Komentar

Silakan Masukan Komentar ...

Artikel Terkait


Wakaf : Membeli Akhirat Dengan Harga Dunia

Seputar Wakaf

Bahagiakan Duta Anti Narkoba Wujudkan Cita-Citanya

Realisasi Program Amazing Yatim

Peran Wakaf Dalam Memajukan Peradaban Islam

Seputar Wakaf
Donasi