Para Dai Diminta Khutbah Tentang Wakaf
Badan wakaf Indonesia
(BWI) meminta para dai untuk khutbah tentang wakaf agar literasi wakaf
masyarakat meningkat. BWI prihatin karena indeks literasi wakaf masyarakat
Indonesia hanya di angka 56 artinya rendah literasinya.
"Para dai itu kawan-kawan cobalah khutbah materi wakaf, para dai-dai kita
jarang sekali cerita tentang perwakafan," kata Ketua BWI, Prof Mohammad
Nuh.
Menurut Prof Nuh, rendahnya literasi wakaf karena dalam pelajaran agama Islam
di sekolah dan kampus tidak ada pelajaran wakaf. Sehingga mereka tidak tahu
wakaf karena belum diajarkan. Mereka hanya belajar zakat, infak dan sedekah. Ia
juga berharap ada pelajaran wakaf di sekolah dan kampus supaya semakin banyak
yang memahami wakaf. Karena lima sampai sepuluh tahun kemudian generasi mudah
ini akan menjadi orang-orang yang melakukan wakaf atau wakif.
"Karena itu kita punya program
khusus yaitu wakaf goes to campus, oleh karena itu kita ajak anak-anak
mahasiswa karena mereka sebentar lagi akan menjadi wakif," ujarnya.
Prof . Nuh menerangkan pentingnya wakaf
dan manfaatnya. Menurutnya wakaf adalah capital expenditure yakni investasi
keumatan. Sementara zakat untuk operasional keumatan. Zakat dan wakaf semuanya
penting karena biaya operasional harus tetap ada untuk menjalankan roda
kumatan. Tapi umat juga harus punya investasi.
Manfaat wakaf ini salah satunya untuk
memperkuat bangsa dan umat. Maka belanja capital expenditure harus diperkuat
termasuk memperkuat model-model investasi dan lainnya. Sebagai contohnya Masjid
Nabawi statusnya adalah wakaf.
"Kami ingin menumbuhkan kesadaran
dan pengetahuan wakaf dan ingin mengelola harta wakaf ini sebaik mungkin,
sehingga hasilnya bisa dirasakan manfaat sebesar mungkin oleh mauquf 'alaih,
kita ingin mendorong dan membangkitkan wakaf produktif dan kita ingin
menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka 2045," jelasnya.
Sumber
: Republika
Komentar