Kisah Inspiratif Universitas Tertua Warisan Wakaf Fatimah Al Fihriyyah
Assalamu’alaikum Hay Amazing
People.. Bagaimana kabar hari ini? Mimin do’ain semoga selalu sehat dan dalam
lindungan Allah Ta’ala yaa... Aamiin..
Dalam rangka Hari Perempuan Internasional
yang jatuh pada tanggal 08 Maret, Mimin mau bahas tentang Fatimah Al
Fihriyyah.. Siapakah beliau? Yuk kita hahas..
Fatimah Al Fihriyyah merupakan putri dari seorang asal
Tunisia, Muhammad Al Fihri. Meski berasal dari keluarga terpandang, mereka
memiliki kepedulian dan kepekaan pada sesama serta memiliki jiwa sosial yang
tinggi.
Saat sang ayah, suami dan saudara lelakinya wafat, Fatimah
dan saudaranya, Maryam Al Fihriyyah memiliki warisan yang sungguh fantastis,
tetapi mereka tidak terlena dengan harta yang dimiliki. Keduanya menginginkan agar harta warisan
orangtuanya bisa bermanfaat dan pahalanya tetap mengalir.
Fatimah membangun sebuah masjid di Kota Fez, Maroko yang bernama Masjid Al Qawariyyin dan Maryam membangun Masjid Al Andalus di Spanyol. Kedua Masjid ini dikembangkan menjadi sebuah universitas yang menjadi kiblat dunia pendidikan modern. Mulai dari kurikulum, sistem pengajaran, sampai simbol akademik pada saat itu. Hingga kini, pakaian mahasiswa (toga) ala Fatimah al Fihri masih dipakai oleh kampus-kampus di segenap penjuru dunia. Toga yang berbentuk segi empat itu merupakan simbol yang diinspirasi dari bentuk Ka’bah di Makkah, sebagai kiblat umat Islam.
Pembangunan al-Qarawiyyin rampung pada awal Ramadhan 245 H
atau bertepatan dengan 30 Juni 859 M. Fatimah yang bergelar Umm al- Baninin
mengawasi langsung proses pembangunan masjid yang terkenal pula dengan sebutan
Jami’ as-Syurafa’ sejak awal. Mulai dari pemilihan lokasi hingga soal
arsitekturnya.
Masjid Al Qawariyyin dibangun dengan struktur yang hampir
sama dengan Masjid Qayrawan di Tunisia. Aula shalat beratap atau yang disebut
dengan mughatta hanya terdiri dari empat saf aisle (barisan tiang yang
membentuk sebuah lorong) dengan panjang 30 meter. Sedangkan di sebelah barat
aula tersebut, dibangun sebuah halaman terbuka dan menara.
Tak ingin menjadikan masjid sebagai sarana beribadah saja,
Fatimah berinisiatif menyumbangkan perpustakaan pribadi keluarganya untuk
kepentingan publik, utamanya jamaah masjid–bahkan perpustakaan tersebut menjadi
salah satu yang termegah di Afrika Utara. Selain perpustakaan, Al Qawariyyin
juga dilengkapi dengan sarana asrama.
Sejak itulah, al-Qarawiyyin mengundang ketertarikan para
sarjana dan cendekiawan Muslim. Kajian ilmu sering berlangsung di sana.
Penuntut ilmu pun berdatangan dari penjuru Maroko, negara-negara Arab, bahkan
penjuru dunia. Dalam waktu yang singkat, Fez mampu bersanding sejajar dengan
pusat ilmu pada masa itu, yaitu Cordova dan Baghdad.
Karena
itu, tidak mengherankan bila kampus ini menghasilkan banyak ilmuwan kelas
dunia. Beberapa nama di antaranya adalah Abu Madhab al Fasi (pemrakarsa studi
fiqih mazhab Imam Maliki), Abu Abullah as Sati, Abu al Abbas az Zawawi, Ibn
Rashid as Sabti (pakar hadis dan pengelana), Ibnu al Hajj al Fasi, Abu Imran,
dan al Idrisi. Adapun sosok-sosok semisal Ibnu al Arabi, Ibnu Khaldun, Ibnu al
Khatib, al Bitruji, Ibnu Hirzihm, dan al Wazzan diketahui memiliki hubungan
akademis dengan Al Qarawiyyin.
Selain
pelajar Muslim, universitas ini juga terbuka bagi intelektual Kristen dan
Yahudi. Mereka antara lain Musa bin Maymun (Maimonides), Leo Afri canus,
Nicolas Cleynaerts, Golius, dan bahkan Paus Sylvester II (Gerbert dari
Aurillac). Filsuf Prancis Roger Garaudy menyebut Al Qarawiyyin sebagai
percontohan pertama bagi pendirian kampus-kampus di Barat.
Universitas
ini yang juga melahirkan Ibn Al Arabi dan Filsuf Yahudi, Maimonides ini berhasil
mengumpulkan lebih dari empat ribu manuskrip yang amat berharga untuk Islam,
termasuk kitab-kitab hadis dan Alquran dari zaman keemasan Islam yang hingga
kini masih tersimpan dalam perpustakaannya.
Manuskrip
tersebut diantaranya Muwatta, Imam Malik yang tertulis pada perkamen (kulit,
red) kijang, Sirah Ibnu Ishaq, transkrip utama kitab Ibnu Khaldun “Al ‘Ibar”
tahun 1396 M dan salinan kitab Al Quran yang dihadiahkan oleh Ahmad al Mansur
adz Zhahabi untuk universitas pada tahun 1602 M.
Maka
tak mengherankan jika masjid yang berkembang menjadi universitas pada tahun 859
M itu kemudian diakui UNESCO sebagai instistusi pendidikan tinggi pertama dan
tertua yang pernah dibangun dibandingkan Universitas Al Azhar Mesir (970M),
Universitas Bologna di Italia (1088M), atau Universitas Oxford di Inggris
(1096M).
Hingga kini, nama Fatimah Al Fihriyyah sosok yang wafat pada
266 H/ 880 M itu abadi, sekokoh masjid sekaligus universitas (al-Karaouine)
yang ia bangun.
Amazing People, kamu
ingin seperti sosok Fatimah Al Fihriyyah? Kamu bisa mewakafkan hartamu di
Amazing Wakaf, karena saat ini
amazing wakaf sedang membangun fasilitas belajar bernama “Millenial Creatif
Camp” yaitu untuk membangun infrastruktur Sekolah Digital, House of
Qur’an dan Unit Usaha Kreatif. MCC menyasar mereka yang putus sekolah, generasi
muda dan dalam usia produktif. Mendampingi dan memotivasinya untuk bangkit dan
menjadi bagian dari solusi kesejahteraan diri, keluarga dan lingkungannya.
Jadi, tunggu apalagi yuk
klik tombol “Donasi” atau bisa langsung melalui rekening :
1. BSI 7 888 888 955 an. Yayasan Ukhuwah QQ Amazing Wakaf
2. Bank Mega Syariah 100 0505 005 an. Y U Amazing Wakaf
Konfirmasi donasi di 081280031112
(Untuk memudahkan dalam identifikasi dan akad donasi)
Komentar