Kegemilangan Wakaf Era Ottoman
Sejarah Mencatat banyak sekali kegemilangan wakaf di era Ottoman. Kesultanan Ottoman adalah pemerintahan khalifah yang didirikan oleh bangsa Turki di Anatolia, dan tumbuh menjadi salah satu negara paling kuat di dunia selama abad 15 dan 16. Kekuasaan Ottoman berlangsung lebih dari 600 tahun dan berakhir pada 1923.
Pemerintahan Ottoman atau Turki Usmani menata pengelolaan wakaf untuk
kepentingan dan kesejahteraan masyarakatnya. Pemerintah membentuk badan wakaf
yang mengurusi pengumpulan dan pengelolaan wakaf. Salah satunya di Kota Bursa.
Pada 1563 Masehi, sebuah
lembaga pengelola wakaf berdiri di kota tersebut untuk mengelola wakaf tunai.
Lembaga ini bernama Bursa Wakaf Tunai. Pendirian ini bersandar pada putusan
pengadilan. Kiprah lembaga ini terentang hingga tiga abad kemudian.
Sejak berdirinya lembaga
pengelola wakaf tersebut, wakaf semakin populer di seantero wilayah Turki
Usmani, seperti di Anatolia dan wilayah yang menjorok ke Eropa. Dana yang
terkumpul digunakan untuk mendanai program pendidikan, kesehatan,
kesejahteraan, dan kegiatan dakwah.
Risalah tentang keuntungan
atau modal lembaga ini dapat dilihat dari catatan yang ada antara 1667-1805.
Seluruh usaha yang dibentuk seluruhnya memakai sistem bagi hasil (mudharabah).
Bahkan, pembiayaan dari wakaf tunai menjadi unsur penting bagi kelangsungan
hidup pada masa Ottoman.
Pada masa selanjutnya,
perkembangan tak hanya dari segi aset, melainkan pula terkait pelayanan yang
diberikan. Manfaat dari pengelolaan dana wakaf sangat luar biasa. Lalu,
menjelma menjadi kegiatan usaha yang produktif dan prospektif. Misalnya,
perumahan, pertanian, dan kegiatan produktif lainnya
Beberapa contoh kegemilangan
wakaf di era ottoman seperti :
2/3 penopang ekonomi Ottoman adalah wakaf, bahkan para ulama Ottoman menulis
bahwa masyarakat bisa hidup gratis dan damai dengan wakaf. Kok Bisa?
Iya, soalnya ketika lahir, mereka lahirnya gratis dirumah sakit wakaf. Ayunan
dan semua fasilitas bayinya juga dari wakaf. Ketika masuk usia sekolah, sekolahnya
gratis karena sekolah yang dibangun dari wakaf. Buku-bukunya juga dari wakaf.
Seragam sekolahnya pun dari wakaf.
Haus? Saat itu banyak tersedia fasilitas tempat air minum gratis dari wakaf
yang tersedia disetiap sudut kota. Mau nyebrang sungai? Ada perahu gratis dari
wakaf.
Lapar? Kita bisa datang ke
Kulliye semacam area tertentu dimana kita bisa makan minum gratis karena dari
wakaf. Ketika dewasa, bekerjanya pun diperusahaan yang dibangun oleh dana
wakaf. Mau menikah? Disediakan assesoris pernikahan gratis dari wakaf. Rumah juga
dari wakaf.
Rumah hancur karena bencana?
Tenang, karena akan dibangun lagi sama lembaga wakaf.
Misalkan suami wafat duluan,
para janda pun diberikan tunjangan oleh wakaf. Dan ketika wafat, kain kafannya
juga dari wakaf. Bahkan kuburannya pun sudah disediakan oleh wakaf.
Nah sekarang sudah tahu kan
luar biasanya manfaat wakaf yang dirasakan oleh masyarakat pada zaman itu? Kita
pun bisa mengulang kembali kegemilangan masa itu sehingga kita dan anak cucu
generasi mendatang akan ikut merasakan bagaimana wakaf berdampak bagi
kesejahteraan ummat.
Yuuk mulai sekarang rutin
untuk berwakaf, Ingat wakafnya di Amazing Wakaf Indonesia ya!
Komentar