Jelang Ramadhan, Harus Ada Persiapan
Sebentar
lagi Ramadhan, jangan bilang kamu belum ada persiapan! Wah jangan sampai
yaa... Kita sudah tau kan kalau Ramadhan adalah bulan yang sangat amat mulia,
karena saat Ramadhan pahala yang kita raih bisa berlipatganda, dosa-dosa kita
Allah hapuskan, serta banyak keutamaan lain pada bulan Ramadhan.
Jangan
sampai kita lalai dalam mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan,
karena ketidaksiapan tersebut bisa berbuah pahit saat Ramadhan tiba. Tentu kita
tidak mau Ramadhan berlalu dengan sia-sia, bukan?
Imam Abu Bakr Az
Zur’i rahimahullah memaparkan
2 perkara yang wajib kita waspadai. Salah satunya adalah yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak
siap untuk menjalankannya. Ketidaksiapan tersebut salah satu bentuk
meremehkan perintah. Akibatnya pun sangat besar, yaitu kelemahan untuk
menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Kedua dampak
tersebut merupakan hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang
telah nampak di depan mata. (Badai’ul Fawaid 3/699).
Siapkan Amal Sholih Untuk Sambut Ramadhan
Ramadhan
adalan bulan untuk beribadah puasa, maka untuk persiapan menyambutnya adalah
dengan puasa sunnah. Seperti Rasulullah ﷺ yang melakukan puasa dibulan Sya’ban,
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata :
Saya sama sekali belum pernah
melihat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dalam satu bulan
sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban, di dalamnya beliau
berpuasa sebulan penuh.” Dalam riwayat lain, “Beliau berpuasa di bulan Sya’ban, kecuali sedikit
hari. (HR. Muslim: 1156)
Beliau
tidak terlihat lebih banyak berpuasa di satu bulan melebihi puasanya di bulan
Sya’ban, dan beliau tidak menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali di bulan
Ramadhan.
Bertaubat Dari Kesalahan Dan Kemaksiatan Yang Pernah
Dilakukan
Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang
beriman supaya kamu beruntung. (An Nuur: 31).
Taubat menunjukkan tanda
totalitas seseorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang
yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan.
Terus Berdoa Untuk Disampaikan Pada Bulan Ramadhan
Menyambut datangnya
bulan Ramadhan, kita harus terus meminta kepada Allah Ta’ala untuk bisa
disampaikan pada bulan Ramadhan, supaya kita bisa meraih keberkahan serta
kemuliaannya.
Seperti pada generasi
emas umat Islam yaitu generasi Shalafus Shalih yang mempersiapkan kedatangan
bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Sebagian ulama mengatakan :
Mereka (para sahabat)
berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadhan.
(Lathaaiful Ma’arif hal.
232.)
Tindakan mereka ini merupakan perwujudan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan, permohonan dan bentuk ketawakkalan mereka kepada-Nya. Tentunya, mereka tidak hanya berdo’a, namun persiapan menyambut Ramadhan mereka iringi dengan berbagai amal ibadah.
Abu Bakr al Warraq al Balkhi rahimahullah mengatakan,
Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk
mengairi dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen. (Lathaaiful Ma’arif
hal. 130)
Amazing People... Supaya
buah Ramadhan bisa kita petik dan nikmati, maka harus ada benih yang disemai,
dan ia harus diairi sampai menghasilkan buah yang rimbun.
Puasa, qiyamullail,
bersedekah, dan berbagai amal shalih di bulan Rajab dan Sya’ban, semua itu untuk
menanam amal shalih di bulan Rajab dan diakhiri di bulan Sya’ban.
Tujuannya supaya kita
bisa memanen kelezatan puasa dan beramal shalih di bulan Ramadhan, karena
lezatnya Ramadhan hanya bisa dirasakan dengan kesabaran, perjuangan, dan tidak
datang begitu saja. Hari-hari Ramadhan tidaklah banyak, perjalanan hari-hari
itu begitu cepat. Oleh sebab itu, harus ada persiapan menyambut Ramadhan yang
sebaik-baiknya.
Semoga kita termasuk
umat yang beruntung dan terbaik dalam menyambut serta manjalan ibadah dibulan
Ramadhan.. Aamiin...
Referensi : Muslim.or.id
Komentar