Cara Raih Keberkahan Ramadhan Sesuai Arahan Rasulullah SAW

Cara Raih Keberkahan Ramadhan Sesuai Arahan Rasulullah SAW


Sungguh tidak terkira bahagianya dapat memasuki bulan Ramadhan, karunia yang tiada terkira bisa bertemu kembali dengan bulan yang penuh keberkahan. Inilah kesempatan yang sangat berharga untuk mengembalikan Jati Diri sebagai manusia yang diciptakan sebagai makhluk mulia dari makhluk yang lainnya dan sarana meraih derajat yang paling mulia di sisi Allah, yaitu taqwa.


Salah satu keberkahan bulan Ramadhan dalam meraih predikat taqwa, diawali dengan rasa Bahagia menyambut hadirnya bulan Ramadhan. Rasa bahagia menjadi keniscayaan, karena dengan begitu seorang hamba akan mempersiapkan diri untuk menyambutnya, baik fisik, mental-spiritual, harta serta bersemangat untuk mengisi segala amaliah dan ibadah Ramadhan secara maksimal dan optimal. Rasa Bahagia menyambut bulan Ramadhan adalah sunnah yang tidak boleh dipisahkan dari amaliyah Ramadhan. Rasa Bahagia tersebut berarti mensyukuri nikmat Allah SWT berupa kesempatan untuk meraih pahala dan ganjaran yang berlipatganda yang telah disediakan pada bulan tersebut.


Nabi ﷺ bersabda : “Barangsiapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka”. (HR. An-Nasa’i)




Keberkahan – keberkahan lain dalam bulan Ramadhan, tidak hanya terdapat di awal saat kita menyambutnya, tetapi begitu banyaknya Allah mendatangkan keberkahan di setiap waktu dalam bulan ini dengan amal-amal kebaikan. Menjelang Ramadhan Rasulullah ﷺ menyampaikan basyarah atau kabar gembira sekaligus memberikan arahan dan semangat kepada para sahabatnya terkait bulan Ramadhan. Mari kita simak arahan Rasulullah ﷺ, seperti yang diriwayatkan oleh Sayyid bin Thawus dan syaikh Shaduq, dengan sanad dari Amirul Mukminin Umar bin Al-Khattab ra, diaberkata : bahwa Rasulullah ﷺ pada suatu hari menjelang bulan Ramadhan berpidato di hadapan kami :


“ Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah SWT. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan Ketika kamu diundang menjadi tamu Allah SWT dan dimuliakan oleh-Nya. Di Bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah SWT Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah SWT membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah SWT di bulan yang agung ini.


Kenanglah dengan rasa lapar dan haus-mu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraan-mu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasih iman usia anak-anak yatim-mu. Bertobatlah kepada Allah SWT dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama (yaitu) Ketika Allah SWT memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka Ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka Ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka Ketika mereka berdoa kepada-Nya.


Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amal-mu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat dengan beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah SWT bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin (Tuhan semesta alam).


Wahai manusia! Barangsiapa diantara kamu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah SWT nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Sahabat-sahabat yang lain bertanya : “ Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian” Rasulullah meneruskan: “ Jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air”.


Wahai manusia! Siapakah yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati sirathalmustaqim pada hari Ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah SWT akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya dibulan ini, Allah SWT akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim dibulan ini, Allah SWT akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahim) di bulan ini, Allah SWT akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan dibulan ini Allah SWT akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melaksanakan shalat sunnah dibulan ini, Allah SWT akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu, baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah SWT akan memberatkan timbangannya pada hari Ketika timbangan menjadi ringan. Barangsiapa dibulan ini membaca satu ayat Al-Qur’an, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.


Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutup nya kembali kepadamu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah kepada Rabbmu untuk tidak pernah dibukakan kembali bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi menguasai dirimu kembali. Amirul mukminin (Umar bin Khattab) berkata : “ Aku berdiri dan berkata : “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?” Jawab Nabi : “ Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama dibulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”




Wahai Manusia! Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang agung lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah SWT telah menjadikan puasanya suatu fardhu dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu (sunnah)”


“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain”


“ Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan member pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah SWT memberikan rizki kepada mukmin didalamnya.


Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya di neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang. “ Para sahabat berkata, “ Ya Rasulullah, tidaklah kami semua memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa”. Maka bersabdalah Rasulullah ﷺ, “ Allah SWT memberikan pahala kepada orang yang memberikan sebutir kurma atau seteguk air atau sehirup susu.” Dan barangsiapa yang memberikan rasa kenyang kepada orang yang berpuasa, maka Allah SWT akan membernya minuman dari kolamku sehingga ia tidak merasakan haus selamanya sampai masuk ke surga.


Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Barangsiapa yang meringankan beban budak sahayanya niscaya Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”


Oleh karena itu perbanyaklah dengan empat perkara di bulan Ramadhan yaitu dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu dan dua perkara lagi yang kamu sangat membutuhkannya; Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan mohon ampun kepada-Nya; sedangkan dua perkara yang kamu sangat membutuhkannya ialah memohon surga dan perlindungan dari neraka.

 (HR. Ibnu Huzaimah)


MasyaAllah, itulah arahan Rasulullah ﷺ kepada para sahabat dan tentunya bagi kita semua, bagaimana kita memanfaatkan setiap peluang kebajikan dibulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Harapannya dengan amal-amal kebajikan tersebut kita mendapatkan keberkahan di bulan ini, dan mencapai predikat Rabbani. Tentu saja semua hal di atas haruslah didorong dengan usaha diri dan kemauan yang kuat, dengan ganjaran-ganjaran pahala di sisi Allah SWT sebagai motivasi kita untuk melaksanakan amal-amal kebajikan secara maksimal dibulan Ramadhan ini. Wallahu’alam.

Yuk lengkapi ibadah Ramadhan dengan bersedekah jariyah, jangan pernah lewatkan kesempatan ini untuk tidak bersedekah jariyah, karena Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berbagi kebahagiaan. Silahkan klik “Wakaf Sekarang” untuk lengkapi ibadah dibulan Ramadhan.

 Penulis : MH





Ayo share artikel ini melalui sosial media kamu dengan klik salah satu tombol di sebelah kanan layar. Terimakasih & Semangat Berwakaf Amazing People!

Komentar

Silakan Masukan Komentar ...

Perlu Langkah Simultan Atasi Sengketa Tanah Wakaf

Seputar Wakaf

Amalan Nabi Di Bulan Syaban

Inspiratif

Kemudahan Berwakaf Di Amazing Wakaf Indonesia

Berita Terkini

Masyarakat Kota Bekasi Terima Bantuan Wakaf Masker Kain

Penyaluran Wakaf