Fiqih Menghadapi Wabah Penyakit
1. Wajib
Menghindari
Hal pertama yang mesti dilakukan seorang muslim dalam menghadapi wabah penyakit setelah ia menata akidahnya adalah berikhtiar semaksimal mungkin untuk menghindarinya. Bahkan sikap ini merupakan perintah langsung dari Rasulullah SAW dan juga sekaligus diamalkan oleh Rasulullah SAW.
·
Perintah
Nabi
"Tidak ada “adwa (penyakit
menular), tidak ada thiyarah dan hammmah (menyandarkan nasib pada burung), dan
tidak ada shofar (menjadikan bulan shofar sebagai bulan sial); dan larilah dari
penyakit lepra sebagaimana engkau lari dari kejaran singa.” (HR. Bukhari)
·
Sunnah Nabi
Dari Amru bin asy-Syarid, dari Bapaknya, dia berkata: “Dalam delegasi Tsaqif (yang akan Dibai”at Rasulullah shallallahu “alaihi wasallam) terdapat seorang laki-laki berpenyakit kusta. Maka Rasulullah shallallahu “alaihi wasallam mengirim seorang utusan supaya mengatakan kepadanya: "Kami telah menerima bai”at Anda. Karena itu Anda boleh pulang.” (HR. Muslim)
2. Tetap Optimis, Berprasangka Baik
Pada Allah dan Berkata Yang Baik
3. Karantina Diri: Tetap Berada di Wilayah Terdampak atau Tidak Memasukinya
Dari Usamah bin Zaid, dia berkata: Rasulullah shallallahu “alaihi wasallam bersabda: "Tha”un (penyakit menular/wabah kolera) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta”ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masukke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya." (HR. Bukhari Muslim)
4. Tidak Membahayakan Diri Sendiri dan Orang Lain
Dari Abu Said al-Khudri: Rasulullah saw bersabda: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain. Siapapun yang membuat suatu bahaya maka Allah akan membalasnya, dan siapapun membuat kesulitan atas orang lain, maka Allah akan menyulitkannya.” (HR. Malik, Daruquthni, Hakim dan Baihaqi)
5. Mencari Pengobatan Yang Dibolehkan Syariat
Dari Jabir: Rasulullah shallallahu “alaihi wasallam bersabda: “Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah “azza wajalla.” (HR. Muslim)
Penulis :
Komentar