Menjaga Imunitas Saat Pandemi Di Bulan Ramadhan
Akhir tahun 2019 adalah awal virus Covid-19 ditemukan di Wuhan,
China. Kemudian virus ini mulai menyebar antar manusia melalui berbagai
perantara. WHO mendeklarasikan Corona virus disease (Covid-19) sebagai pandemi
yang artinya menyebarluas sampai ke seluruh bagian dunia. Tidak terkecuali
negara kita yang medapatkan kasus pertama virus Covid-19 diawal tahun 2020.
Gejala yang timbul pada orang yang terinfeksi virus Covid-19 berbeda-beda
tergantung dengan kekuatan imunitas masing-masing tubuh. Ada yang gejala ringan
atau sedang seperti demam dan batuk dan kebanyakan sembuh dalam beberapa
minggu. Namun, pada sebagian orang dengan risiko tinggi seperti orang usia
lanjut, orang dengan riwayat penyakit darah tinggi, diabetes mellitus, penyakit
jantung dan penyakit kronislainnya virus Covid-19 dapat menyebabkan gejala
berat.
Penyakit akibat virus umunya “self-limiting disease” atau dapat
sembuh sendiri dengan mengandalkan sistem imunitas. Lalu, apakah sistem imunitas
itu? Sistem imunitas adalah kemampuan pertahanan makhluk hidup untuk mengenal
suatu benda asing ditubuh. Benda asing tersebut dapat berasal dari luar maupun
dalam tubuh sendiri. Contoh benda asing yang berasal dari luar adalah bakteri,
virus, parasit, jamur, debu dan serbuk sari. Sedangkan benda asing dari dalam
tubuh dapat berupa sel mati atau sel yang berubah bentuk. Imunitas tubuh kita
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, faktor metabolik, faktor lingkungan,
faktor gizi, faktor kesehatan, faktor umur, faktor konsumsi obat-obatan dan
faktor mikroba. Oleh karena itu kita harus dapat meningkatkan imunitas dalam
kondisi pandemi dengan berbagai cara dibawah ini.
• Menjaga system imun dari faktor internal
a. Nutrisi, makanan yang diajurkan
adalah makanan yang kaya dengan serat yaitu sayur dan buah. Mengkonsumsi produk
fermentasi seperti acar dan
yoghurt dapat meningkatkan jumlah probiotik tubuh. Kurangi
makanan yang mengandung lemak dan gula berlebihan karena dapat menyebabkan
‘stress’ pada sistem imun.
b. Olahraga, dapat meningkatkan
aliran darah keseluruh tubuh sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Olahraga fisik disarankan selama 30 menit perhari. Lakukan 3-5x dalam seminggu.
c. Vitamin, direkomendasikan
mengkonsumsi vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan dosis
dewasa yaitu 75-90 mg. Vitamin C dosis tinggi 500-2000 mg bagi penderita
Covid-19sesuai kondisi tubuh. Vitamin D dapat mendukung aktivasi
imunitasterhadap infeksi bakteri dan virus dengan dosis per hari 15 mcg (600IU).
Vitamin E bersifat antioksi dan dengan dosis 15mg/hari.
d. Istirahat, cukupi waktu
istirahat baik secara kualitas dan kuantitas. Normalnya untuk orang dewasa
7-8 jam per/hari sedangkan remaja dan anak-anak 9-10 jam/hari.
e. Mengontrol stress, respon tubuh
dalam menghadapi stress berkepanjangan adalah pengeluaran hormon kortisol yang
dapat menekan sistem kekebalan tubuh.
• Menjaga munitas dari faktor eksternal
a. Melaksanakan 3M (Menjaga jarak,
Memakai masker dan Mencuci tangan). Jika kalian terpaksamemilikiaktivitas di
luar rumah.Jangan lupa membawa masker ganda, hand sainitizer atau sabun
cucitangan, dan barang pribadi seperti alat sholat. Jangan lupa untuk tetap
mematuhi protokol kesehatan yaitu menjaga jarak aman 1-2 meter, memakai masker
dianjurkan untuk menggunakan masker dua lapis yaitu masker medisdan masker
kain, serta mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah
melakukan kegiatan. Membersihkan diri sebelum masuk rumah agar tidak beresiko
membawa virus kedalam rumah.
b. Vaksinasi.
vaksin Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu
sampai sekarang. Jika kalian melakukan vaksinasi artinya sudahturut membantu
menghentikan peningkatan kasus Covid-19 dengan cara membuat sistem kekebalan
kelompok/herd immunity yang dapat melindungi tidak hanya diri sendiri tapi juga
orang lain. Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomer 13 Tahun 2021
tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 menyebutkan vaksinasi tidak membatalkan puasa,
dan boleh dilakukan selama berbulan puasa.
Bulan Ramadan ini adalah kali kedua umat muslim menjalani
ibadahpuasa di tengah pandemi Covid-19. Terdapat tantangan tersendiri berpuasa
di tengah pandemi dengan kondisi tubuh tidak makan dan minum selama 12 jam
tetapi harus tetap menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari paparan virus
Covid-19. Atau apabila pun tubuh terkena virus Covid-19 memiliki respon yang
kuat sehingga tidak bergejala ataubergejala ringan. Selama bulan Ramadhan kita
memiliki tradisi yang berpotensi menimbulkan keramaian seperti buka bersama,
membeli hidangan berbuka puasa atau sahur on the road.
Usahakan kita semua berpartisipasi dalam mencegah kerumunan,
menjalankan protokol kesehatan serta mengimplementasikan saran yang sudah
dipaparkan sebelumnya. Tujuannya untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang
disekitar kita. Semoga kita semua selalu diberikankesehatan oleh Allah
Subhanallahu wata’ala.
* dr.Bagus
Taufiqur Rachman, SpU, MARS-Dokter
Spesalis Urologi RSUD Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi.
(suarakarya.id)
Komentar